Makalah

prinsip dan azas konseling.

1. prinsip konsling

Untuk mencapai tujuan bimbingan konseling, maka kegiatan koseling di letakkan di atas prinsip dan azas kegiartan sebagai berikut :

Prinsip-prinsip konseling itu berhubungan dengan sasaran, masalah, program pelayanan, dan pelaksanaan kegiatan.

  1. prinsip yang berhubungan dengan sasaran.

Yaitu bahwa bimbingan konseling itu untuk semua manusia tanpa membedakan usia, jenis kelamin, golongan, suku, bangsa, ras, agama, status sosila dan ekonomi. Dalam pelayanan kegiatan bimbingan konseling bersifat unik disesuai kan dengan kebutuhan imdividu, mempertimbangkan kekompleksitasan setiap aspek perkembangan individu serta persamaan dan perbedaan.

  1. prinsip yang berhubungan dengan masalah.

Yaitu bahwa bimbingan konseling hanya melayani permasalahan yang menyangkut kondisi fisik dan psikis individu terhadap penyesuaian diri dengan lingkungan, dan sebaliknya. Pengaruh lingkungan terhadap penyesuaian kondisi fisik dan psikis.

  1. prinsip yang berhubungan dengan program pelayanan.

Ialah bahwa program bimbingan konseling harus disusun dan direncanakan sedemikian rupa,terpadu dengan program pendidikan dan bersifat fleksibel dan kontinu, serta dalam kebersamaan.

  1. prinsip yang berhubungan dengan pelayanan kegiatan.

Maka bimbingan konseling ditujukan untuk mendewasakan, memandirikan dan mengembangkan kemampuan klien. Misalnya pelayanan bimbingan konseling haruslah bertujuan memandirikan individu dalam memecahkan masalah yang dihadapinya, serta keputusan yang diambil.[1]

Konseling sebagai proses membantu individu agar berkembang memiliki beberapa prinsip yang penting yaitu :

  1. memberikan kabar gembira dan kegairahan hidup.

Didalam hubungan konseling konselor sebaiknya jangan dulu mengungkapkan berbagai kelemahan, kesalahan dan kesulitan klien. Akan tetapi berupaya membuat situasi konseling yang mengembirakan karena situasi seperti itu membuat klien senang, tertarik untuk melibatkan pembicaraan, dan akhirnya menjadi terbuka untuk mengemukakan isi hati dan rahasianya. Sesuai dengan ajaran islam seperti firman Allah SWT. QS : Saba’ : 28.

!$tBur y7»oYù=y™ö‘r& žwÎ) Zp©ù!$Ÿ2 Ĩ$¨Y=Ïj9 #ZŽÏ±o0 #\ƒÉ‹tRur £`Å3»s9ur uŽsYò2r& Ĩ$¨Z9$# Ÿw šcqßJn=ôètƒ ÇËÑÈ

Artinya “

“ Dan kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada Mengetahui.”

  1. melihat klien sebagai subjek dan hamba Allah.

Klien bukanlah objek konseling, melainkan sebagai subjek yang berkembang. Dan dia adalah hamba Allah, yang menjadi tugas amanat bagi seorang konselor. Dia bukan objek konseling. Untuk diperlukan tanpa nilai moral religius, tetapi menghargainya sebagi pribadi yang merdeka. Karena itu didalam hubungan konseling klien yang harus banyak bicara mengenai dirinya dan bukan konselor. Karena itu upaya konselor ialah mengali potensi dan kelemahan serta kesulitan klien. Kemudian klien akan mengungkapkan segala dengan jujur dan terbuka.

  1. menghargai klien tanpa syarat.

Menghargai klien adalah syarat utama untuk terjadinya hubungan konseling yang gembira dan terbuka. Penghargaan ini di maksud sebagi upaya konselor yang memberi ucapan-ucapan, serta bahasa badan yang menghargai.

  1. dialog islami yang menyentuh.

Dalam hubungan konseling yang akrab konselor berusaha agar mengemukkan butir-butir dialognya yang menyentuh hati klien sehingga memunculkan rasa syukur, rasa cinta, bahkan perasaan berdosa. Klien menggungkapkan perasaan tersebut dengan tulus, jujur dan terbuka. Keakraban dan keterlibatan klien adalah kata-kata kunci dalam hubungan konseling membuat klien tersentuh perasaan keagamaan dan kemanusiaan.

Banyak konselor mengunakan pendekatan agama untuk membuat klien tersentuh hatinya. Karena itu selayaknya konselor mempelajari ilmu agama. Seba manakala klien meminta informasi mengenai hal itu, dapat di berikan secar lengkap termasuk pengajaran agama seperti sholat (bacaan), do’a, fikih dan sebaginya.

  1. keteladanan pribadi konselor.

Keteladanan pribadi konselor dapat menyentuh perasaan klien untk mengidentifikasikan diri konselor. Hal ini merupakan sugesti bagi klien untuk berubah kearah yang positif. Motivasi untuk berubah disebabkan kepribadian, wawasan, dan keterampilan konselor serta amal kebajikan konselor terhadap klien[2].

2. azas-azas konseling.

Disamping prinsip yang harus dipegang teguh dalam pelayanan bimbingan konseling, azas adalah hal yang sangat penting diterapkan dalam pelayanan yang profesional agar memperoleh keberhasilan dan sukses. Diantara azas-azas itu adalah sebagai berikut :

  1. azas kerahasiaan

dalam arti konselor wajib merajhasiakan dan menjaga rahasia sesuatu informasi yang negatif yang disampaikan oleh klien kepadanya. Rahasia klien itu tidak ada yang boleh tahu kecuali dia dan Allah SWT.

  1. Asas kesukarelaan.

Dalam arti konselor maupun klien harus suka rela melibatkan dirinya masing-masing dalam proses bimbingan konseling. Konselor harus dengan perasaan senang, penuh simpati dan empati, serta bertanggung jawab dalam melaksanakan pelayanan, tanbpa merasa tertekan apalagi terpaksa. Sementar klien hendaknya denag suka rela membawa membawa masalahnya pada konselor, denag suka rela pula menyatakan pikiran, perasaan dan pengalaman yang berhubungan dengan masalah yang dihadapinya, termasuk yang rahasia sekalipun tanpa ada rasa terpaksa.

  1. Azas keterbukaan.

Dalam arti harus ada suasana keterbukaan dalam konsultasi bimbingan kosneling, baik keterbukaan dari pihak konselor maupun dipihak klien, sehingga terkesan tidak ada masalah yang tidak tersingkap dan ditutupi. Konselor harus dikesani oleh klien sebagai orang terbuka dan transparan dalam rangka pemecahan masalah yang dihadapi kliennya. Klien hendaknya berbicara tentang dirinya sejujur mungkin, sehingga kelemahan dan kekuatan klien dapat disadari oleh klien endiri dan konselor.

  1. Azas kekinian

Dalam arti, masalah-masalh yang dipecahkan dalam pelayanan bimbingan konseling harus masalah yang sedang di alami klien sekarang atau sat kini atau kekinian, bukan masa lalu adan masa datang. Sikap kita tidak boleh menunda-nunda layanan.

  1. Azas kemandirian

Para petugas pelayanan bimbingan lonseling hendaklah berusaha mengembangkan kemandirian klien dalam mengatasi masalah yang dihadapinyadalam menentukan masa depannya, karena itulah yang menjadi tujuan bimbingan konseling sebagaimana yang telah di jelas kan terdahulu.

  1. Azas kegiatan

Dalam arti kegiatan bimbingan konseling hendaklah menjadi individu maupun kelompok yang dibimbing berusaha memiliki kegiatan untuk mencapai tujuan bimbingan konseling.

  1. Azas kedinamisan

Usaha bimbingan konseling haruslah menampakkan perubahan perilaku ke arah yang aktif, positif, efesien, serta penuh dinamika.

  1. Azas keterpaduan

Dalam arti, pelayanan konseling berusaha memadukan berbagai aspek kepribadian klien, seprti keyakinan, pikiran, perasaan, kemauan, sosial, perilaku dan sebagainya. Dalam melaksanakan konseling, keterpaduan seluruh aspek kepribadian individu yang dibimbing harus lah  diusahakan dengan serasi, seimbang dan selaras, sehingga semua aspek-aspek berkembang dan perkembangan individu menjadi utuh.

  1. Azas keahlian

Dalam arti, usaha pelayann konseling hendaklah dilakukan secara profesional, dilakukan oleh orang yang telah mendapat pendidikan, ilmu dan keterampilan khusus yang memadai tentana konseling. Oleh karena itu harus dilakukansecar teratur dan sistematis dengan mengunakan prosedur, teknik serta alat teknologi yang memadai.

  1. Azas kenormatifan

Usaha pelayanan konseling yang dilakukan haruslah sesuaidenagn norma-norma yang berlaku dan tidak boleh ada yang bertentangan, baik ditinjau dari segi norma, agama, adat, hukum, negara, ilmu, maupun kebiasaan masyarakat. Azas kenormatifan itu diterapkan terhadap isis maupun proses pelayanan konseling seta teknologi yang digunakan.

  1. Azas alih tangan

Dalam pemberiyan layanan konseling, kalu konselor sudah tidak mampu lagi membantu klien dan mengatasi masalahnya, walaupun dia telah mencurahkan segala kemampuan yang telah dimiliki namun tidak juga berhasil, ia harus  mengalih tangankan kliennya tersebut kepada konselor yang lebih ahli lagi dari padanya. Terkandung isyarat bahwa pelayanan konseling hanya mengenai masalah klien yang sesuia dengan kewenangan konselor yang bersangkutan.

  1. Asas tutuhuri handayani, ing ngarso sung tulodo dan ing madya mangu karso, dalam arti konselor kalu berada di muka memberikan teladan, berada ditenggah memberi semangat, dan berada dibelakang mendorong klien.[3]

Dari uraian di atas terdapat dua belas azas konseling yang ahrus dituntut kepaa konselor profesional, dari banyak azas di atas, azas kerahasiaan, keterbukaan, kesukarelaan dan kegiatan itu harus ada dalam layanan konseling dan azas yang lain boleh tidak ada.

Azas konseling Islami

Azas bimbingan yang berdsarkan al qur’an dan hadits Nabi di tambah berbagai landasan filosofis dan landasan keimanan  merupakan azas konseling Islami, sebagi berikut :

  1. asas kebahagiaan dunia dan akhirat.

Tujuan konseling islam adalah membantu klien mencapai kebahagiaan hidup yang senantiasa di dambakan setia manusia.

  1. asas fitrah

konseling Islami merupakan bantuan kepada klien yang mengenal, memahami, dan menghayati fitrahnya, sehingga segala gerak dan tingkah laku serta tindakannya berjalan dengan fitrah. Fitrah tersebut dalam islam dilahirkan dalam keadaan fitrah, yaitu berbagai kemampuan potensi bawaan dan kecenderungan sebagai  muslim atau beragama islam.

  1. asas lillahi ta’ala.

Konseling Islami dilaksanakan semata-mata karena Allah SWT. Konsekuensi dari asas ini berarti pembimbing melakukan tugas dengan peuh keikhlasan. Klien meminta dan menerima bimbingan dengan ikhlas dan rela pula. Sesuai dengan fungsinya sebagi makhlk Allah yang senantiasa mengabdi kepada-Nya. Firman Allah surat Al Baiyinah ayat 5

!$tBur (#ÿrâÉDé& žwÎ) (#r߉ç6÷èu‹Ï9 ©!$# tûüÅÁÎ=øƒèC ã&s! tûïÏe$!$# uä!$xÿuZãm (#qßJ‹É)ãƒur no4qn=¢Á9$# (#qè?÷sãƒur no4qx.¨“9$# 4 y7Ï9ºsŒur ß`ƒÏŠ ÏpyJÍhŠs)ø9$# ÇÎÈ

Artinya :

“ Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah agama yang lurus”.

  1. asas bimbingan seumur hidup

konseling merupakan bagian dari komponen pendidikan. Oleh karena itu, pemberi layanan konseling dilakukan sepanjang hidup manusia. Manusia yang hidup tidak ada yang slalu bahagia kadang kala dalam kehiduapan ini akan dijumpai berbagai kesulitan dan kesusahan. Untuk tu di perlukan konseling Islami yang diharapkan bisa mengatasi semua permasakahan hidup sepanjang hayat.

  1. asas kesatuan jasmani rohani.

Konseling Islami memandang manusia sebagai makhluk jasmani rohani tidak memandang sebagai makhluk jasmaniah saja. ,untuk itu konseling Islami membantu individu untuk hidup seimbang jasmaniah dan rohaniahnya.

  1. asas keseimbangan rohani

Allah telah memuliakan manusia dengan kelebihan atau keutamaan yang tidak diberikan kepada makhluk lain selain manusia.

  1. asas kemajuan individu

konseling Islami melihat kepada citra manusia menurut islam. Seorang melihat eksistensi tersendiri. Individu mempunyai hak, mempunyai perbedaan kemerdekaan pribadi.

  1. asas sosialitas manusia

manusia merupakan makhluk sosial. Hal ini di akui dan diperhatikan dalam konseling islam. Pergaulan, cinta, kasih, rasa aman, penghargaan terhadap diri sendiri dan orang lain, rasa memiliki dan dimiliki, merukan aspek-aspek yang di perhatikan dalam konselingislami.

  1. asas kekhalifahan

manusia menurut pandangan islam diberikan kedudukan yang tinggi sekaligus mempunyai tanggung jawab yang besar, yakni mengelola alam, semesta dengan kata lain, manusia dipandang makhluk yang berbudaya yang mengelola alam sekitar sebaik-baiknya. Firman Allah QS Fathir : 39

uqèd “Ï%©!$# ö/ä3n=yèy_ y#Í´¯»n=yz ’Îû ÇÚö‘F{$# 4 `yJsù txÿx. Ïmø‹n=yèsù ¼çnãøÿä. ( Ÿwur ߉ƒÌ“tƒ tûï͍Ïÿ»s3ø9$# öNèdãøÿä. y‰ZÏã öNÍkÍh5u‘ žwÎ) $\Fø)tB ( Ÿwur ߉ƒÌ“tƒ tûï͍Ïÿ»s3ø9$# óOèdãøÿä. žwÎ) #Y‘$|¡yz ÇÌÒÈ

Artinya :

“Dia-lah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah di muka bumi. barangsiapa yang kafir, Maka (akibat) kekafirannya menimpa dirinya sendiri. dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kemurkaan pada sisi Tuhannya dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kerugian mereka belaka.”

  1. asas keselarasan dan keadilan

islam menghendaki keharmonisan, keselarasan, keseimbangan, keserasian, dalam segala segi. Dengan kata lain, Allah menginginkan manusia berlaku adil terhadap diri sendiri, alam semesta dan juga kepada Allah SWT.

  1. asas pembinaan akhlakul karimah

konseling ilami membantu klien atau yang dibimbing memelihara, mengembangkan sifat-sifat yang baik sejalan dengan tugas dan fungsi Rasulullah SAW di utus Allah SWT.

  1. asas kasih sayang.

Setiap manusia memerlukan kasih sayang dan rasa kasih sayang dari orang lain. Rasa kasih sayang ini dapat mengalahkan dan menundukkan banyak hal. Konseling Islami dilakukan dengan berlandaskan kasih sayang, sebab dengan kasih pemberian bimbingan konseling akan menyentuh hati dan tujuan akan tercapai.

  1. asas musyawarah

konseling Islami dilakukan dengan asas musyawarah artinya antara pembimbing dengan yang dibimbing terjadi dialog yang baik, satu sama lain tidak mendiktekan, tidak ada rasa tertekan dan terbuka dalam berpendapat.

  1. asas keahlian

konseling Islami dilakukan oleh orang yang memang memiliki kemampuan dan keahlian di bidang tersebut, baik keahlian dalam metodologi maupun keahlian dalam teknik konseling.


[1]

[2]

[3]

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: